Social Icons

Sabtu, 22 Februari 2014

Tips Aplikasi Acian Dinding

Acian adalah proses setelah Plesteran dan sebelum pengecatan. Acian berfungsi untuk menutup pori-pori yang terdapat pada plesteran dan menghaluskan permukaan plesteran agar kelihatan lebih rapi, sehingga permukaan plesteran mudah dicat dan memperindah penampilan dinding. Selain itu acian digunakan untuk memperkokoh dinding dan mencegah rembesan air.

Cara pengacian yang baik, bahan-bahan acian yang bemutu dan komposisi mempengaruhi kualitas dari acian. Permasalahan yang sering terjadi adalah terjadinya keretakan halus pada acian yang sudah kering
Kami akan berbagi cara dalam mengaplikasikan acian yang benar.


Peralatan dan bahan yang dibutuhkan

  • Mortar semen (Bisa Semen Gresik, Tiga Roda, Tonasa, atau yang lainnya), Mortar Utama (MU) untuk Acian dan plesteran
  • Timba 2 pcs
  • Cetok
  • Roskam (kasut) yang terbuat dari steel (baja) atau PVC bisa juga yang dari kayu
  • Kertas bekas bungkus semen
  • Kuas ukuran 3dim
Langkah kerja


  • Persiapkan bahan dan peralatan sesuai kebutuhan.
  • Isi dua timba dengan air
  • Campur Mortar semen dengan MU (untuk Acian dan plesteran) dengan komposisi 1:1 secara merata
  • Taburkan Campuran semen tersebut kedalam salah satu timba yang berisi air dengan perlahan-lahan, jangan diaduk karena dapat menyebabkan semen menggumpal serta cepat kering sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan acian dinding.
  • Bersihkan dasar permukaan yang akan diaci dari serpihan, kotoran dan minyak yang dapat mengurangi daya rekat adukan.
  • Siram dinding yang akan diaci dengan air hingga basah dan tunggu sebentar (agar dinding tidak banyak menyerap air semen dan mempercepat proses perekatan).
  • Aplikasikan acian ke permukaan dinding dengan menggunakan cetok.
  • Ratakan dan Halus kan dengan menggunakan Roskam (kasut) dan ulangi sampai rata. Lakukan pengacian pada satu per satu blok dinding.
  • Anda dapat menghaluskan dan meratakan acian dengan kuas yang telah dicelupkan air.
  • Setelah agak kering, haluskan permukaan acian dengan menggunakan kertas bekas semen sampai rata dan halus.
Perlu kita perhatikan 
  • Lakukan pengacian pada satu per satu blok dinding. Jangan pernah mengerjakannya setengah-setengah. Pertemuan acia yang lama dengan acian yang baru akan menyisahkan bekas sambungan.
  • Hindari menyimpan adonan aci terlalu lama, karena apabila terlalu lama disimpan maka adonan tersebut bisa saja rusak dan tidak berfungsi maksimal lagi.
  • Hindari mengaci terlalu tebal, karena jika ketebalan aci tersebut melebihi batas normal maka akan mengalami kesulitan pada saat proses perataannya. Tebal acian yang di anjurkan adalah 1,5 – 3,0 mm, tergantung kerataan dasar permukaannya.
  • Jika plesteran gompal atau retak lakukan perbaikan sebelum mengaci. Acian tidak dapat menutup retak atau gompal.
  • Jika  anda ingin melanjutkan melanjutkan ke pengerjaan pengecatan tunggu lapisan acian hingga benar-benar kering, agar hasil yang dicapai maksimal.
  • Bila Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal, tahan terhadap rembesan  dan keretakan Anda dapat mencampurkan lem putih pvac yang berfungsi sebagai perekat yang sudah dicairkan kedalam adonan acian.
Selamat MengAci , Semoga Bermanfaat.. ;)

follow @batahebel
Fanspage FB : Bata Hebel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

SID - Properti

software developer properti, sisem informasi developer,informasi properti, program informasi developer properti

50.000 contoh Desain Properti

Inspirasi Desain Properti, contoh rumah minimalis, desain rumah minimalis type 36 72,kumpulan desain rumah minimalis,desain rumah minimalis 2 lantai,desain rumah minimalis type 45,desain rumah minimalis sederhana,contoh desain rumah minimalis,desain rumah minimalis 2013,desain rumah minimalis type 36

Kelengkapan Bisnis Properti

the property developer,ebook property, buku properti,property,property estate,real estate property,management property,commercial